Beberapa hari yang lalu beredar laporan bahwa Clover Trail, mobile processor generasi terbaru dari Intel tidak kompatibel dengan Linux/Android dan hanya eksklusif untuk Windows 8 saja.
Kini Intel bergegas meralat pernyataan tersebut, dan berikut adalah bunyi pernyataan salah satu juru bicara resmi Intel pada Computer World:
“Intel berencana untuk merilis sebuah versi khusus dari platform Clover Trail yang ditujukan untuk Linux/Android, namun untuk saat ini kami masih belum bisa memberikan informasi yang lebih spesifik tentang platform ini atau segmen pasar apa yang akan ditargetkan. Nantikan kabar terbaru dari Intel.”
Apakah Anda masih bingung apa sih Clover Trail itu dan apa yang membuatnya begitu spesial? Penjelasan mudahnya adalah: jika Anda tengok bagian prosesor dari smartphone atau tablet, maka yang akan Anda temui adalah prosesor ARM. Namun jika Anda melihat jeroan dari PC, maka prosesor yang umum digunakan adalah Intel.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa Clover Trail adalah salah satu bentuk usaha terbaru Intel untuk merayu para produsen perangkat mobile agar beralih menggunakan produk mobile processor mereka dan meninggalkan mobile processor buatan Qualcomm, Texas Instruments, ataupun Samsung.
Intel sendiri telah berulang kali berusaha memasuki ranah mobile, namun buah usaha mereka baru menunjukkan hasil beberapa bulan lalu, seiring dengan mulai digunakannya prosesor Atom Medfield dalam smartphone Android buatan Lenovo, Orange dan Lava. Motorola adalah produsen terbaru yang siap menggunakan prosesor Intel dalam produk terbarunya (RAZR i) yang disiapkan untuk pasar Eropa.
Intel saat ini memang memiliki fasilitas pabrikan chip tercanggih di dunia, namun output utama dari produksi mereka ditujukan untuk PC, server dan laptop. Kini, seiring dengan dimulainya era Post-PC dan mulai berkurangnya proporsi penggunaan PC, maka sangat wajar jika Intel segera meningkatkan fokusnya di platform mobile demi memperkecil ketertinggalannya dari ARM, dan jagoan terbaru mereka untuk bersaing dengan ARM adalah Clover Trail.