
Pernahkah Anda penasaran mengapa mayoritas smartphone terkemuka menggunakan chip Snapdragon dari Qualcomm? Dari sudut pandang logistik, solusi chip dari Qualcomm merupakan salah satu produk terbaik.
Mengapa? Karena chip Snapdragon dari Qualcomm mampu menghadirkan segala hal yang dibutuhkan oleh sebuah produk smartphone seperti prosesor serta GPU yang cepat, konektivitas WiFi, Bluetooth, dan juga LTE ke dalam satu wadah saja, serta dilengkapi dengan komponen pengaturan konsumsi tenaga baterai.
Dampaknya jelas, bujet belanja untuk keperluan chip bisa ditekan, desain smartphone bisa lebih tipis (mengikuti trend), dan produk smartphone tersebut tetap mampu bersaing dalam menghadirkan berbagai fitur terbaru serta tercanggih.
Faktor-faktor itulah yang tampaknya memperkuat hasil temuan terbaru dari Strategy Analytics yang menyatakan bahwa Qualcomm sukses mengeruk 48 persen pendapatan dari pasar chip pada paruh pertama 2012. Empat produsen terkemuka di bawah Qualcomm adalah Samsung, MediaTek, Broadcom, dan Texas Instruments.
Kehadiran Samsung dalam daftar tersebut merupakan sesuatu yang unik. Anda tentu tahu bahwa Samsung merupakan salah produsen Android terbesar di dunia, namun tidak semua produk yang mereka rilis menggunakan chipset Exynos buatan mereka sendiri.
Contohnya, Galaxy Chat menggunakan chip Broadcom, Galaxy Nexus menggunakan chip Texas Intruments, sedangkan Galaxy S III versi AS menggunakan chip Snapdragon dari Qualcomm. Dengan kata lain, Samsung sepertinya turut andil untuk meningkatkan pangsa pasar dari para produsen chip pesaing mereka.
MediaTek sukses untuk masuk ke dalam daftar 5 produsen chip terbesar karena kemampuannya untuk merambah segmen smartphone murah yang banyak bertebaran di China, India dan Rusia. Tanpa produsen seperti MediaTek, maka akan sangat mustahil untuk menemukan smartphone Android seharga $100 atau di bawahnya.
Strategy Analytics juga mencatat bahwa Intel akhirnya sukses mendapatkan pangsa pasar sebesar 0,2 persen di pasar smartphone. Mengingat bahwa chipset Atom mereka baru digunakan di 3 buah produk Android mulai tahun 2012, maka hal tersebut bisa dianggap sebagai sebuah awal yang cukup bagus bagi Intel.